Sejauh Timur dari Barat2

Posted by Administrator in S (Sunday June 25, 2006 at 10:48 am)

Pernah dengar lagu “Sejauh timur dari barat”?

Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh kedalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku

Betapa besar kasih……pengampunanMu Tuhan
Tak Kau pandang hina hati…yang hancur….
Ku berterima kasih…..kepadaMu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri…..pulihkanku…..

********************************************
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)

Renungan:
Timur dan Barat tak akan pernah bertemu. Ini adalah sebuah gambaran dari pengampunan Allah - bila Ia mengampuni dosa-dosa kita, Ia menyingkirkannya dan bahkan tidak mengingatnya lagi. Kita tak perlu lagi tenggelam ke dalam masa lalu kita, karena Allah
bersedia mengampuni dan melupakan dosa-dosa kita. Manusia cenderung menggali kembali masa lalu yang buruk, tetapi Allah telah menghapus catatan diri kita menjadi bersih. Bila kita mengikut Allah, kita juga harus mencontoh teladan pengampunanan-Nya. Bila kita mengampuni orang lain, kita hendaknya juga melupakan kesalahan orang tersebut. Jika tidak, pada dasarnya kita belum benar-benar dapat mengampuninya.

Many says……..”It is really easy to say……..but really hard to do!”

Ingat nggak bait dalam doa “Bapa Kami”?

**Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami**

Nah…….jadi kita harus mengampuni dulu, baru kita juga diampuni oleh-Nya.

So……..just give it a try…..
Let’s learn together to forgive and forget……
Good morning……
Good luck…..
and GBU all……

From Dewi Sartika (post in Single Katolik mailing list)

Karena Kitapun TIDAK Sempurna0

Posted by Administrator in K (Sunday June 25, 2006 at 10:44 am)

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan Saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian,pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, “HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan!?” dan Ia menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”

Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran bagiKu untukmemenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau.

Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak…”

Kemudian Tuhan berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.

Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang.

Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna.
Aku memberikanmu seseorang yang dapat tumbuh bersamamu.