Pagi hari Dia menungguku bangun tuk mendengarkanku mengucapkan selamat pagi

namun ternyata, aku terlalu sibuk dengan dunia…

Siang hari, Dia masih menungguku menunggu sapaanku, di sela2 kesibukanku..

namun, aku pun masih terlalu sibuk dengan pekerjaan, ataupun bermain. bahkan saat makan siang pun..aku melupakan Dia

Sore hari, Dia terus menungguku.. sebuah ucapan selamat sore setelah semua kesibukanku selesai.

tapi..aku pun masih sibuk dengan teman teman..atau dengan keluarga..

Malam hari Dia masih terus menungguku.. mengucapkan salam menjelang aku tidur..

tetap saja..aku terlalu sibuk mengurusi kantuk dan lelahku..hingga tak sedikitpun aku berkata-kata padaNya.

Dari matahari terbit hingga kembali terbit..Dia terus menungguku ,, karna kasihNya yg tak terbatas,,Dia terus menantiku,,

Hanya untuk sebuah kata “terima kasih Bapa,” atau “aku bahagia Bapa,”

hari demi hari,,bulan demi bulan,,tahun demi tahun,,

“Apakah sungguh aku terlalu sibuk hingga tak pernah punya waktu untukNya? Dia yang sekalipun tak pernah melupakanku. Dia yang sekalipun tak pernah meninggalkanku, walau seluruh dunia membenciku.. Sungguhkah aku sesibuk itu hingga tak punya waktu untuk Dia? Sungguhkah?”

— deesiey http://sampiran.blogspot.com/

Share Button