Jangan Sombong

Posted by Administrator in Favorit (Tuesday August 1, 2006 at 9:41 pm)

Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat.

Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.

Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.

Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkandi sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.

Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan.Keesokan harinya,seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya.

Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya,lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, “Hai,
mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?” “Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan,” jawab lelaki ke satu ini. “Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka,ia tak pantas mendapatkan apa-apa.” “Kau salah!” suara itu membentak membahana. “Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa.

Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”

“Katakan padaku,” tanya lelaki ke satu itu.

“Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?”

“Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!”

Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain?

Sadarilah betapa banyak orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai seseorang / sesuatu hanya dari “yang terlihat” saja.

3 comments for Jangan Sombong »

  1. Thanks God!!, sering kita merasa bahwa keberhasilan adalah semata-mata karena kita, tetapi, dengan renungan ini, kita diingatkan bahwa banyak doa dari orang lain yang juga mengambil peran di dalamnya. Sudahkah kita berdoa buat orang lain, di luar keluarga kita?

    Comment by Has Ari — August 12, 2006 @ 8:53 am

  2. Seringkali kita menganggap bahwa semua hasil yang kita peroleh adalah hasil kita sendiri, tapi seharusnya kita SADAR bahwa itu semua adalah Berkat dari Tuhan di berikan melalui kita untuk menjadi Saluran Berkat bagi sesama umatNya dan senantiasa ber-Doa Syafaat bagi orang lain agar banyak Berkat Tuhan melimpah juga bagi orang banyak baik yang seiman maupun tidak.

    Comment by Deddy Utomo — August 15, 2006 @ 1:30 pm

  3. yah, itulah kehidupan, kita sebagai umatNya hendaklah slalu bersyukur atas sglanya, bagaimanpun beratnya. Karena percayalah segala sesuatu kan indah pada akhirnya.
    Keep on fire n be Strong!

    Comment by cecilia — August 30, 2006 @ 4:23 pm

Leave a comment

(required)

(required but not published)

RSS feed for comments on this post.