Archive for September, 2006

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.

Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya….

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.

Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.

Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.

Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.

Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karnamu,

Lihatlah matanya….

Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?

Pikirkan….

Wanita mana lagikah yang akan menangis
dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu……

Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki

Pikirkanlah tentang hal itu

Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.

Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah

Hanya kau yang tahu jawabannya….

Pertimbangkanlah

Karena suatu hari nanti

Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang ‘MAAF’!!

People will forget what you said, People will forget what you did

But people will not forget, How you made them feel

(Sumber : tidak diketahui)

Share

Oleh: Denny Indrawan

Fren, pernah kan merasa sakit atiiii? Pengen donk balas dendem? Malahan kita sibuk merancang hal-hal yang pengen kita balesin ke orang tsb…. asyik banget kan?! Malahan sering lho saya senyum-senyum sendiri, puas gitu! Eitttt…. PUAS? Ya PUAS! Puas dengan rancangan jahat saya…

Sudah 2 tahun saya dendam dengan beberapa (banyak amat sih Den…? hehehe….) orang, baik itu mantan pacar, maupun manajemen perusahan saya yang dulu (busyetttt… masih dendem? Setelah sekian lama?). Kok bisa kesellll gitu sih Den…? IYA DONK, gue kan sakittt atiiiiiiii….atiii….atiiii! gue berHAK donk! Emang cuma mereka aja yang bisa jahat?! Gue bisa 1000X1000 kali (ditambah pake pangkat 1000 lagi dehhh….hehehe) lebih jahat dari mereka, balas saya cepet.

GONG! Tuhan menegor saya… Ati-ati dengan kemarahan kamu… jangan sampe membakar kamu… Ah gue ga peduli Tuhan! Biar mereka tau sakit ati gue…! biar mereka rasain sengsaranya….! biar mereka ga jahat lagi…! biar mereka… biar mereka dan biar lain sebagainya…… saya mencoba berkilah sama Tuhan.

Trusss…. apakah Tuhan marah ama saya? Trus saya langsung disamber gledek? GLUDUKKK…..JGERRR! (jadi gosong donk gue) Ga banget gitu lohhh…sodara-sodara, Tuhan itu baek banget…. apa yg Dia lakukan terhadap gue? NOTHING!? Ya NOTHING!

Selama itu fren, gue sibuk memikirkan berbagai macam rancangan kejahatan, yah minimal gue bayangin jika suatu hari gue kaya raya, gue bakal beli perusahaan itu, n’ orang-orang itu bakal kaget melihat gue masuk ruang direksi sebagai A NEW OWNER, lalu gue bayangin gebrak meja, sambil menatap tajam mata-mat ketakutan mereka sambil berkata…. “loe orang boleh kerja di sini, fasilitas ama gaji gue tambah tapi jadi pembersih WC atau loe cabut sekarang juga dan pulang jalan kaki” hahahaha….. gue pasti puasss! PUASSS!!!

Lebih jahat lagi nih fren, kalo seandainya di tengah jalan tol gue liat mobil orang yg nyakitin gue, bakal gue pepet….pepet trus, kalo bisa sampe dia kebalik dan mati! GILA sadis amat ya gue…. (trus terang gue tertawa saat membayangkan itu – mungkin setan juga, hanya Tuhan yang pasti sedih sekali melihat pikiran jahat gue)

Buat mantan gue yang (dulu) bikin idup gue ancurrr…. gue pengen dia liat gue sekarang berbeda dengan yg dia kenal dahulu…sekarang gue udah jadi manager, gaji gede, dapet mobil dapet pacar yang jauh lebih muda, sexy dan cantik dibandingkan dengan dia yg gak montok itu! Gue sampe pajang foto-foto “kesuksesan” gue di frenster, pada saat gue ke luar negeri, jalan-jalan dengan bahagia dengan temen-temen gue, sampe adegan ciuman gue dengan doi, gue pasang! Tujuannya satu! BIAR DIA TAU BAHWA GUE JAUH LEBIH SUKSES DAN BAHAGIA DENGAN KEADAAN SEKARANG!!!

Apa bener kamu bahagia? Tanya Tuhan.

Iya donk Tuhan!

Gue tertawa, kok Tuhan nanyanya aneh.!

Apa kamu masih marah dengan mereka? Tanya Tuhan lagi

So pasti…. absolutely Tuhan! (setan tambah bersorak sorai)

Kamu masih tetap ingin melaksanakan rancangan kamu terhadap mereka?

Jika ada kesempatan Tuhan…. jawabku dengan cepat!

Baiklah…, kamu boleh balaskan sakit hatimu terhadap-Ku… Tuhan berkata lembut

HAH!!!! Hening…. diam…. (setan juga langsung terdiam)

Kenapa harus saya balas ke Engkau Tuhan? Kan yang bikin sakit ati gue tuh orang lain, bukan Engkau Tuhan.Saya bertanya tak mengerti

Denny.. Apa yang kamu lakukan terhadap orang lain, itu seperti kau melakukannnya juga untuk-Ku. ga apa-apa. jika itu membuat dirimu lepas dari dendam itu, Aku bersedia. silahkan Tuhan membentangkan kedua tanganNya lebar-lebar (dan gue yakin setan langsung lari terbirit-birit melihat hal itu)

Fren.. Di saat itulah gue nangis. gue selama ini begitu sibuk memikirkan hal-hal yang membuat Tuhan sedih, membuat gue makin jauh dari Tuhan, membuat gue kehilangan jati diri sebagai anak Tuhan, yaitu KASIH, kasih yang seharusnya mengampuni, kasih yang seharusnya berkorban, kasih yang seharusnya kita pancarkan bagi orang lain.. Gue sadar sekarang

Gue nangis dipelukan Tuhan, Tuhan.. Gue tuh sakit ati.. Gue kerja mencari uang demi keluarga gue, dia yang tawarin gue masuk kerja lagi diperusahaan yg dulu pernah gue kerja (dulu gue sign out baek-baek), tapi masa gue dikasih masa percobaan! (gila gue 3 taon kerja disana sbg SPV IT) eh malahan diperpanjang 2x sampe 6 bulan, pas bulan ke tujuh gue dipanggil HRD dan Mgr gue dan dibilang gue ga lolos masa percobaan!! GILA APA!! Gue ga terima Tuhan.! Ga akan pernah! Gue teriak dipelukan Tuhan

Tuhan makin memeluk gue erat

Belom lagi mantan gue Tuhan, dia bilang akan berjuang demi gue didepan keluarganya, apa karena gue cuma diploma bukan S1 seperti dia? Keluarga gue susah? Ga punya mobil, gaji kecil? Dll? Kenapa sih dia tega mutusin gue tanpa pernah bertemu gue lagi? Sedihhhhhh Tuhan.. Gue berharap banget dia jadi pasangan idup gue. sampe-sampe Tuhan, saat dia ngajak gue ML, sbg laki-laki normal, gue pasti mau. Tapi begitu sayangnya gue sama dia, gue menolak, padahal udah siap tempur Tuhan..!!! Gue makin nangis.

Tuhan mengelus rambut gue lembut

Masih banyak yg pengen gue ceritain ma Tuhan. tapi entah kenapa gue malah makin nangis.
Aku tahu apa yang kau alami den, Aku juga mengerti apa yang kau rasakan, karena aku peduli akan hidupmu….. SERRRRRR tiba-tiba perasaan gue jadi lega banget… plong! Gue menatap mata teduh Tuhan…. disana aku melihat kasih….

Tuhan, aku juga mau punya mata kasih seperti Mu Tuhan…Terima kasih Tuhan…. aku kembali menundukkan kepalaku kedalam dadaNya…. hmmmmm damai…. Lagu untukMu Tuhan,

Tuhan mengerti
Oleh: orang yang tidak lagi dendam

Satu hal ya Tuhan, ajarku mengerti
Di dalam hidupku, di dalam segalanya
Ku percaya kepadaMu
FirmanMu berkata, Ada kedamaian
Di dalam diriMu, di dalam kasihMu
Kau akan menguatkan
Reff : Tuhan tahu, apa yang kualami
Tuhan mengerti, apa yang kurasakan
Karena Tuhan, Dia peduli akan hidupku

Share

Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakan nya, bernama Ralph.

Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Ralph sering
menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor.

“Melakukan apa ?” kata Ralph.

“Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?”

“Oh,” kata Ralph, “selama perang, saya kira.”

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu
temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya.

“Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.”

Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas

Oleh: Barbara Brown Taylor

Share