Art Berg adalah atlet berbakat yang memiliki masa depan yang cerah. Ia punya perusahaan konstruksi dan seorang tunangan yang baik dan cantik. Pada malam Natal, ia dalam perjalanan menuju ke rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka. Karena perjalanan panjang, ia capai dan mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan dan terjun ke jurang. Ia terlempar dari mobil dan jatuh ke tanah dengan leher patah. Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah dan tidak bisa menggunakan tangan dan kakinya. Dokter berkata ia tidak akan pulih dari kelumpuhan. Teman-temannya menasehatinya agar ia melupakan pernikahannya.
Art Berg takut dan putus asa. Namun ibunya datang dan berbisik, “Nak, hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama.” Karena kata-kata itu, harapannya muncul kembali. Ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri. Sebelas tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir dan melakukan olah raga, serta menikah dengan tunangannya dan punya dua anak. Sekarang ia menjadi pembicara profesional dan penulis buku yang mendorong dan memotivasi banyak orang.
Kadang-kadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.
Jika Anda saat ini mengalami hal itu, jangan putus asa! Hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama. Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menang
amazing stories, Tuhan tau kapan waktunya. Dia tdk pernah gagal.
GBU.
Comment by didiet — April 13, 2007 @ 5:45 pm
Tapi apakah Dia sungguh-sungguh sayang pada kita???
Apakah Dia tau betapa terlukanya kita???
Sekalipun Dia ga pernah gagal, tapi Dia telah membuat luka yang tak dapat kita lupakan….
Comment by rafael — June 2, 2007 @ 7:49 pm
Yes, with God, i will never give up !!
Comment by Ivan — June 21, 2007 @ 10:40 am
Berat memang bertahan dengan kondisi spt itu,tapi dia hanya punya 2 pilihan untuk melanjutkan hidupnya: BERJUANG atau JADI SAMPAH.Perjuangan perlu waktu Man,dan sanggupkah kita tetap konsisten dengan perjuangan kita ????
Comment by taufiq — July 3, 2007 @ 4:07 pm
Semua kembali lagi pada pola pikir kita. Hidup adalah perjuangan utk sebuah perjuangan. Ketika kita memberikan peluang kekalahan utk menguasai kehidupan,semakin kita dekat pada penderitaan yg berujung pada kematian. Namun ketika kita berjuang (apapun hasilnya) setidaknya kita tahu bahwa kita masih dpt berbuat sesuatu untuk diri sendiri dan orang lain. God Bless
Comment by Rachel — July 11, 2007 @ 4:32 pm
BANGKI DARI KEMATIAN YA………… KEREN JUGA
Comment by raka — April 6, 2008 @ 11:03 am
Bagaimana seandainya bertahan namun tidak sembuh pada akhirnya…. Seorang kenalan saya pernah mnengalami hal serupa,yakni akibat kejatuhan balok besi mengakibatkan pada bagian pinggang ke bawah lumpuh total. dia bertahan , berdoa dan berobat kemana-mana namun tetap lumpuh sampai akhir hidupnya dalam usia relatif muda…Apakah menang atau kalah.. hanya Tuhan yang tahu.. So do your best!!
Comment by jeffrey — April 24, 2008 @ 12:27 pm
keberhasilan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan kerajinan, keuletan, keteguhan hati, dan pantang meyerah. pandangan ke depan disana fajar menyingsing, ada janji hari cerah penuh harapan.
Comment by S. ARIFIN — July 30, 2008 @ 9:03 am
sebenarnja rentjana Toehan memang indah pada saatnja,asalken kita semangat dalam mendjalaninja,dan mindsetlah jang membentoek masa depan kita.
Comment by sinobye — August 15, 2008 @ 1:45 pm
Hal tersulit membutuhkan waktu, hal mustahil membutuhkan waktu lebih lama. Kalimat yang sangat indah.
Saya juga baru mengalami hal tersulit dalam hidup saya yaitu : “Kehilangan Cinta Seorang Suami”. Tapi bagaimanapun Tuhan pasti buka jalan dan terus berjuang agar masa depan yang bahagia ada didepan kita.
Comment by Ramona — August 28, 2008 @ 10:58 am