A Fireman0

Posted by Administrator in A (Monday June 19, 2006 at 12:20 pm)

In Phoenix, AZ. A 26-year-old mother stared down at her son who was dying of terminal leukaemia. Although her heart was filled with sadness, she also had a strong feeling of determination. Like any parent she wanted her son to grow up and fulfil all his dreams.

Now that was no longer possible. The leukaemia would see to that. But she still wanted her son’s dreams to come true.

She took her son’s hand and asked, “Billy, did you ever think about what you wanted to be once you grewup? Did you ever dream and wish what you would do with your life?”

“Mommy, I always wanted to be a fireman when I grew up.” Mom smiled back and said, “Let’s see if we can make your wish come true.”

Later that day she went to her local fire department in Phoenix, Arizona, where she met Fireman Bob, who had a heart as big as Phoenix. She explained her son’s final wish and asked if it might be possible to give her six-year-old son a ride around the block on a fire engine.

Fireman Bob said, “Look, we can do better than that. If you’ll have your son ready at seven o’clock Wednesday morning, we’ll make him an honorary fireman for the whole day. He can come down to the fire station, eat with us, go out all the fire calls, the whole nine yards! And if you’ll give us his sizes, we’ll get a real fire uniform for him, with a real fire hat-not a toy one-with the emblem of the Phoenix Fire Department on it, a yellow slicker like we wear and rubber boots. They’re all manufactured right here in Phoenix, so we can get them fast.”

Three days later Fireman Bob picked up Billy, dressed him in his fire uniform and escorted him from his hospital bed to the waiting hook and ladder truck. Billy got to sit on the back of the truck and help steer it back to the fire station. He was in heaven. There were three fire calls in Phoenix that day an Billy got to go out on all three calls. He rode in the different fire engines, the paramedic’s van, and even the fire chief’s car. He was also videotaped for the local news program. Having his dream come true, with all the love and attention that was lavished upon him, so deeply touched Billy that he lived three months longer than any doctor thought possible.

One night all of his vital signs began to drop dramatically and the head nurse, who believed in the hospice concept that no one could die alone, began to call the family members to the hospital. Then she remembered the day Billy had spent as a fireman, so she called the Fire Chief and asked if it would be possible to send a fireman in uniform to the hospital to be with Billy as he made his transition.

The chief replied, “We can do better than that. We’ll be there in five minutes. Will you please do me a favour? When you hear the sirens screaming and see the lights flashing, will you announce over the PA system that there is not a fire? It’s just the fire department coming to see one of its finest members one more time. And will you open the window to his room?”

About five minutes later a hook and ladder truck arrived at the hospital and extended its ladder up to Billy’s third floor open window. Sixteen fire-fighters climbed up the ladder into Billy’s room. With his mother’s permission, they hugged him and held him and told him how much they loved him.

With his dying breath, Billy looked up at the fire chief and said, “Chief, am I really a fireman now?” “Billy, you are, and the Head Chief, Jesus, is holding your hand,” the chief said.

With those words, Billy smiled and said, “I know, He’s been holding my hand all day, and the angels have been singing.” He closed his eyes one last time.

Andaikan Yesus Tidak Pernah Lahir0

Posted by Administrator in A (Monday June 19, 2006 at 12:19 pm)

Ada seorang pendeta yang sementara menyiapkan khotbah natal tertidur dan kemudian bermimpilah ia. Ia mimpi tentang dunia dimana kristus tidak pernah dilahirkan. Di dalam mimpinya ia tidak melihat sebatang lilinpun menyala, sudut rumahnya kosong tanpa pohon natal, sunyi dan sepi.

Ia ingin tahu apa yang terjadi di luar maka ia berjalan kaki menuju kota dan pasar. Aneh, tak ada sebuah gereja pun yang nampak, bunyi lonceng pun tidak terdengar, tiada lagu-lagu natal kecuali musik jazz dan rock pengiring mereka yang berdisko di bar.

Ia pulang dan masuk ke ruangan bukunya. Herannya ,semua buku-buku tentang Yesus Juruselamat sudah lenyap. Setelah itu ia mendengar pintunya diketuk orang dan seorang memintahnya untuk segera mengunjungi ibunya yang sakit keras. Ia mencoba menghibur anak yang sedang menangis itu dengan sepotong ayat : ”Ia membuka Alkitab untuk menemukan ayat perjanjian itu, tapi betapa terkejutnya ia, Alkitabnya hanya berakhir di kitab Maleakhi, tidak ada injil, tidak ada ayat-ayat perjanjian,dan tidak ada pengharapan atas keselamatan. Maka ia hanya bisa menundukkan kepala dan menangis bersama anak itu dalam keputusasaan.

Dua hari kemudiaan ia berdiri di samping peti jenazah wanita itu untuk memimpin upacara pemakaman.tetapi ia tidak bisa berkhotbah tentang penghiburan yang meyakinkan kecuali :
” Apa yang daripada tanah kembali kepada tanah dan apa yang daripada debu kembali kepada debu..” Mengapa demikian?
Ia baru sadar: semuanya ini karena…. YESUS KRISTUS TIDAK DATANG KE DALAM DUNIA INI

Tiba-tiba terbangunlah ia oleh kegembiraan dan sukacita Teriakan ” Haleluyah ” keluar dari mulutnya waktu ia mendengar paduan suara yang berlatih di gereja menyanyikan: ” Kesukaan bagi dunia, penebus datanglah Brihatimu kepadanya,s’kalian nyanyilah s’kalian nyanyilah, sekalian orang bernyanyilah” Alangkah mengerikan keadaan manusia andaikata Yesus Kristus tidak datang ke dalam dunia ! tidak ada harapan sama sekali untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Tapi syukurlah YOHANES 3:16 membawa berita bahagia yang sangat indah bagi seluruh umat manusia di dunia.
”KARENA BEGITU BESAR KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI, SEHINGGA IA TELAH MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL, SUPAYA SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA TIDAK BINASA, MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL.”

8 tiPE maNUSIA0

Posted by Administrator in Articles (Monday June 19, 2006 at 12:19 pm)

1. Bagi MANUSIA UANG,
waktu adalah uang, sakit dan istirahat adalah siksaan.
2. Bagi MANUSIA KUASA,
bawahan adalah tongkat kewibawaannya, disembah adalah mahkota kebanggaannya, tak dihargai adalah nerakanya.
3. Bagi MANUSIA KERJA,
duduk dan waktu luang adalah sengatan-sengatan lebah dan ketonggeng, doa adalah lelucon yg tidak lucu, dan pemborosan energi!
4. Bagi MANUSIA SENI,
keindahan yg ia lihat adalah pintu surga,keindahan yg ia ciptakan adalah Firdaus,cinta murni adalah hidup kekal.
5. Bagi MANUSIA PIKIR,
otak adalah modal,ilmu adalah keuntungannya,bercinta adalah dagelan sekedar;memandang rendah tiap orang di bawahnya adalah hal biasa dan normal baginya.
6. Bagi MANUSIA KARAKTER,
kemerdekaan adalah tempat tinggalnya, keadilan adalah santapannya, kebijaksanaan dan kesucian adalah pakaian dan perhiasannya.
7. Bagi MANUSIA MISTIK,
pertumbuhan pohon dan pemekaran bunga adalah juga perkembangannya yang segar; langit adalah rentangannya; luas bumi dan lautannya adalah jiwanya dan misterinya; tiap orang adalah dia; dosa dunia adalah dosanya juga.
8. Bagi MANUSIA KASIH,
mengasihi adalah pernafasannya, orang kecil dan tersisih adalah kesayangannya, memberi dan melayani adalah surganya.

(oleh: Rm Pius Budiwijaya OCSO)

Termasuk yang manakah ANDA ??

« Previous PageNext Page »
 
 

Switch to our mobile site