GOD’S GREAT GRACE0

Posted by Administrator in G (Monday June 19, 2006 at 12:01 pm)

Suatu masa, ada seorang pria bernama George Thomas, seorang pastur di sebuah kota kecil di New England. Pada suatu Minggu pagi, hari Paskah, ia tiba di gereja dengan membawa sangkar burung yg sudah karatan dan penyok-penyok, dan meletakannya di altar. Orang-orang pada keheranan dan, seolah-olah menangkap rasa penasaran orang-orang, Pastur Thomas mulai bicara….

“Saya sedang berjalan-jalan sekeliling kota kemarin dan melihat seorang anak laki-laki berjalan mendekati saya sambil mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Di dasar sangkar ada tiga burung kecil dan liar, menggigil karena kedinginan dan ketakutan. Saya stop anak laki-laki itu dan saya tanyakan, “Ada apa di sangkar itu, nak ?”

“Hanya beberapa burung biasa” jawabnya.
“Apa yg akan kau lakukan pada mereka ?” tanya saya.
“Bawa pulang ke rumah dan menggoda mereka,” jawabnya. “Saya akan menggoda mereka dan mencabuti bulu-bulu mereka supaya mereka saling berkelahi. Saya pasti akan menikmati saat itu.”

“Tapi kamu nanti akan jadi bosan dengan burung-burung itu cepat atau lambat. Lantas apa yang akan kamu kerjakan ?”
“Oh, saya kan punya beberapa kucing,” kata anak laki-laki itu. “Mereka senang burung. Saya akan berikan burung-burung ini pada kucing-kucing itu”

Pastur terdiam untuk beberapa saat. “Berapa yang kamu inginkan untuk burung-burung itu, nak ?”
“Huh? Mengapa, Anda tidak mungkin menginginkan burung-burung ini kan, Pak. Mereka hanyalah burung biasa. Mereka tidak bisa bersiul merdu. Mereka bahkan tidak menarik !”
“Berapa ?” Tanya pastur lagi.
Si anak laki-laki itu mengukur kemampuan si pastur dan menilai si pastur mungkin gila, dan menjawab, “$10?”
Pastur mengambil dari kantungnya dan mengeluarkan selembar uang kertas sepuluh dollar.
Ia taruh di tangan anak laki-laki itu ! Dalam sekejap, anak laki-laki itu pun menghilang. Si pastur memungut sangkar tersebut dan dengan lembut membawanya ke ujung gang dimana ada sebuah pohon dan tempat yang berumput. Sambil meletakkan sangkar itu, ia membuka pintunya, dan dengan mengetuk jeruji sangkar pelan-pelan membujuk burung-burung itu keluar. Dan, itu tadi menjelaskan mengapa sangkar burung yang kosong ini di atas altarini, lalu pastur mulai menceritakan cerita ini.

Suatu hari Iblis dan Yesus sedang bercakap-cakap. Iblis baru saja datang dari Taman Firdaus, dan ia nampak rakus dan sedang membual.
“Ya, tuan, saya baru saja melihat dunia penuh dengan orang-orang di bawah sana. Saya pasang perangkap, gunakan umpan yang saya tahu pasti mereka tak akan bisa menolak. Kenalah mereka semua !”

“Apa yg akan kau lakukan terhadap mereka ?” tanya Yesus.
Iblis menjawab, “Oh, saya akan bersenang-senang ! Saya akan ajarkan mereka bagaimana kawin dan cerai, bagaimana saling membenci dan menganiaya satu sama lain, bagaimana saling minum-minum dan merokok dan menghujat. Saya akan ajarkan mereka bagaimana membuat senjata dan bom dan saling membunuh satu sama lain. Saya akan benar-benar senang !”

“Dan apa yang akan kau lakukan terhadap mereka setelah engkau selesai dengan itu semua ?” tanya Yesus.
“Oh, saya akan bunuh mereka,” Iblis menatap dengan bangga.

“Berapa yang kau inginkan untuk mereka ?” tanya Yesus.
“Oh, kau tidak mungkin menginginkan orang-orang itu. Mereka tidaklah baik. Mengapa, kau ambil mereka dan mereka hanya akan membencimu. Mereka akan meludahimu, menghujatmu dan membunuhmu. Kau tidak mau orang-orang ini !”
“Berapa ? Ia bertanya lagi.
Iblis menatap Yesus dan menyeringai, “Semua darah, airmata, dan jiwamu.” Yesus berkata, “Baiklah !” Lalu Ia membayar harganya.

Pastur memungut sangkar tersebut. Ia membuka pintunya dan ia melangkah dari mimbar.

Catatan :
Apa tidak lucu bagaimana orang-orang dengan mudah membuang Tuhan lalu heran mengapa dunia menuju ke neraka.
Apa tidak lucu jika seseorang dapat berkata, “Saya percaya pada Tuhan,” tapi masih mengikuti Iblis (yang mana juga “percaya” pada Tuhan).
Apa tidak lucu jika engkau dapat mengirimkan ribuan lelucon melalui e-mail lantas menyebar seperti api, tapi saat kau mau mengirimkan pesan-pesan mengenai Tuhan, harus berpikir dua kali dulu sebelum mengirimkannya.
Apa tidak lucu saat kau ingin meneruskan email ini, kamu tidak akan mengirimkannya kepada semua orang yang ada di buku alamatmu, karena kau tidak yakin bagaimana keyakinan mereka, atau apa yang mereka pikirkan terhadap mu.

GOD’s PRESENCE0

Posted by Administrator in G (Monday June 19, 2006 at 11:58 am)

Perdengarkanlah kasih setiamu kepadaKu pada waktu pagi, sebab kepadaMu-lah aku percaya. Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mu-lah kuangkat jiwaku (Mazmur 143:8)

Biarkan aku melihat kebaikanMu pada waktu pagi, sebab kepadaMu-lah aku percaya. Tunjukkanlah kepadaku jalan yang harus kulalui, sebab doaku bersungguh-sungguh. (terjemahan bebas Mazmur 143:8)

Arthur Gordon adalah penulis favorit saya. Suatu ketika ia datang ke New York untuk melakukan sebuah interview dengan Dr. Blanton, salah satu pendiri Yayasan Keagamaan dan Kejiwaan di Amerika. Gordon duduk menunggu kedatangan ahli jiwa kenamaan itu di dalam sebuah restoran. Sementara ia menunggu, pikirannya melayang kembali pada kehidupannya sendiri. Ketika Blanton tiba, ia menemukan Gordon sedang terduduk dengan wajah berkerut sedih. “Ada masalah apa, Arthur?”
“Oh,” balas Arthur,”Saya sedang memikirkan tentang semua ’seandainya’ dalam hidup saya.” Kemudian Dr. Blanton menyarankan agar mereka kembali ke kantornya setelah makan,”Saya ingin kamu mendengarkan sesuatu.”

Di ruang kantornya, Dr. Blanton meletakkan sebuah kaset,”Saya akan memperdengarkan kepadamu 3 orang yang berbeda. Mereka semua adalah pasien saya dan mereka menderita sakit mental. Dengarkan baik-baik.”

Selama satu jam penuh penulis terkenal itu mendengarkan. Ketika kaset itu selesai diputar, Dr. Blanton mengajukan pertanyaan,”Coba sebutkan satu persamaan ciri yang dipunyai ketiga orang itu.”
Arthur Gordon berpikir sesaat dan jawabnya,”Saya tak terpikir satupun.”
“Saya akan memberitahumu,” kata ahli kejiwaan itu,”Mereka semua terus mengulang satu kata,”Seandainya…seandainya…seandainya.”
Kata-kata ini menyebabkan tekanan mental. Kata-kata itu seperti racun, Orang-orang ini harus mulai belajar untuk mengatakan,”Lain kali…lain kali…lain kali.” Kata-kata ini menunjuk kepada masa depan, kepada hari yang baru, kepada kesembuhan dan kesehatan!”

Aku percayakan masa laluku kepada Tuhan. Mataku hanya melihat kepada masa depan!

God’s Answering Machine0

Posted by Administrator in G (Monday June 19, 2006 at 11:37 am)

Bayangkan pada saat kita berdoa dan mendengar ini:
“Terima kasih, Anda telah menghubungi Rumah Bapa. Pilihlah salah satu:

* Tekan 1 untuk ‘meminta’.
* Tekan 2 untuk ‘mengucap syukur’.
* Tekan 3 untuk ‘mengeluh’.
* Tekan 4 untuk ‘permintaan lainnya’.”

Atau, bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini:

* “Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya.”
* Bisakah Anda bayangkan pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
* “Jika Anda mau bicara dengan Gabriel, tekan 1. Dengan Mikhail, tekan 2.
* Dengan malaikat lainnya, tekan 3.
* Jika Anda ingin mendengar nyanyian Raja Daud saat Anda menunggu, tekan 4.
* Untuk mengetahui apakah orang yang Anda kasihi akan dipanggil ke Rumah Bapa, masukkanlah nomor KTP-nya.
* Untuk pesan tempat di Rumah Bapa, tekanlah Y, O, H, A, N, E, S dan Tekan 3, 1, 6.
* Untuk jawaban pertanyaan tentang dinosaurus, umur bumi, dan di mana bahtera Nuh berada, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini.”

Atau bisa juga Anda mendengar ini :

* “Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini, Silakan mencoba kembali esok hari.”
* “Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi”

Namun puji Tuhan, Allah kita mengasihi kita, Anda dapat menelponnya setiap saat!!! Anda hanya perlu untuk memanggilnya sekali dan Tuhan mendengar Anda. Karena Yesus, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Tuhan menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi. Ketika Anda memanggil dan Tuhan akan menjawab; Anda akan menangis minta tolong dan DIA akan berkata : “Ini AKU”. (Yesaya 58 : 9).
Ketika Anda memanggil, gunakan Nomor Telepon Darurat dibawah ini :

* Saat Berduka Cita, putar Yohanes 14
* Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27
* Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15
* Ketika Anda Berdosa, putar Mazmur 51
* Ketika Anda kawatir, putar Matius 6:19-34
* Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91
* Ketika Tuhan terasa jauh, putar Mazmur 139
* Ketika Iman Anda perlu dikuatkan putar Ibrani 11
* Ketika Anda merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23
* Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar I Korintus 13
* Untuk Rahasia kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3 : 12-17
* Untuk Arti Kekristenan, putar I Korintus 5 : 15-19
* Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan, putar Roma 8 : 31-39
* Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan, putar Matius 11:25-30
* Ketika Dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90
* Ketika Anda ingin jaminan Kekristenan putar Roma 8 : 1-30
* Ketika Anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau bepergian, putar Mazmur 121
* Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55
* Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1
* Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12
* Ketika Anda memikirkan kekayaan, putar Markus 10
* Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27
* Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37
* Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang, putar I Korintus 13
* Jika orang di sekitar kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15
* Ketika Anda putus asa dengan pekerjaan, putar Mazmur 126
* Jika Anda menemukan bahwa dunia mengecil dan Anda merasa besar, putar Mazmur 19

Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak diperlukan. Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari !!. Bagikan daftar telepon ini kepada orang-orang disekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya. Jika perlu ajaklah berdoa bersama.

« Previous PageNext Page »