Imbalan Yang Setimpal0

Posted by Administrator in I (Friday January 26, 2007 at 9:01 am)

Pada suatu hari, ayahku menyewa tiga orang pemuda untuk membantunya menyimpan panen jerami. Sorenya, dia mengumpulkan ketiganya untuk memberikan upah.

“Berapa yang harus dibayar, John?” tanya ayah kepada pemuda pertama yang dipekerjakannya.

“55 dolar, Pak Burres,” jawab John. Ayah menuliskan cek senilai 55 dolar untuknya. “Terima kasih atas jerih payahmu, John,” kata ayahku dengan hormat.

“Berapa yang harus kubayar, Michael?” tanya ayah kepada pemuda kedua, yang jumlah jam kerjanya sama dengan John.

“Anda harus membayar 75 dolar”, kata Michael.

Dengan terkejut, ayahku bertanya perlahan, “Bagaimana cara menghitung sampai jumlahnya sebegitu, Michael?”

“Begini”, kata Michael, “saya menghitung sejak saya masuk ke dalam mobil untuk berangkat ke tempat kerja, sampai saya tiba di rumah, ditambah bensin dan uang makan”.

“Uang makan – meskipun makanan sudah disediakan?”

“Yep”, jawab Michael.

“Oh, begitu”, kata ayahku sambil menuliskan cek senilai 75 dolar yang diminta.

“Kalau kau bagaimana, Nathan?” tanya ayah. “Berapa yang harus kubayar?”

“Bapak bayar 38 dolar dan 50 sen, Pak Burres,” kata Nathan.

Sekali lagi ayahku kaget pada perbedaan jumlah yang diminta. Pemuda ketiga ini, seperti dua yang lain, dipekerjakan untuk pekerjaan yang sama dan telah bekerja sejumlah waktu yang sama (dan berasal dari kota kecil yang sama, yang hanya beberapa mil jauhnya). Ayahku meminta penjelasan.

“Dan bagaimana kau menghitung sampai jumlahnya sebegitu, Nathan?”

“Yah”, kata Nathan, “saya tidak minta upah untuk waktu istirahat siang, karena istri Bapak memasak dan menyiapkan makan siang. Saya tidak bayar bensin karena saya datang bersama teman-teman saya. Jadi jumlah jam kerja saya cukup untuk diberi upah 38,50 dolar.”

Ayahku lalu menuliskan cek senilai 100 dolar.

Ayah lalu memandang ketiga pemuda itu, yang terdiam oleh perbuatan ayahku, semua agak bingung dengan jumlah yang berbeda dalam cek mereka masing-masing.

“Saya selalu membayar orang sesuai dengan nilainya, Nak. Dari tempat asalku, kami menyebutnya imbalan yang setimpal.” Dia memandang ketiga pemuda di hadapannya dengan bijak, dan dalam gaya kebapakannya yang khas menambahkan, “Nilai-nilai dalam diri seseorang menciptakan nilai orang tersebut.”

Bettie B. Youngs

Iman Mengalahkan Kecemasan0

Posted by Administrator in I (Monday June 19, 2006 at 11:43 am)

Kecemasan membuat kita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada

Kecemasan membuat kita menjadi lumpuh sebelum kita akhirnya benar-benar jatuh.

Kecemasan menimbulkan berbagai masalah di mana kedamaian seharusnya justru berada

Percaya dan bergantunglah kepada Allah untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang akan mengakhirin kecemasanmu

Ron Hiser

“Yang hatinya teguh kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya”
Yesaya 26 : 3

IF TOMORROW NEVER COMES….0

Posted by Administrator in I (Monday June 19, 2006 at 11:42 am)

If I knew it would be the last time that I’d see you fall asleep,
I would tuck you in more tightly and pray the Lord, your soul to keep,

If I knew it would be the last time that I see you walk out the door,
I would give you a hug and kiss and call you back for one more.

If I knew it would be the last time I’d hear your voice lifted up in praise,
I would video tape each action and word, so I could play them back day after day.

If I knew it would be the last time,
I could spare an extra minute or two to stop and say “I love you,” instead of assuming, you would KNOW I do.

If I knew it would be the last time I would be there to share your day,
well I’m sure you’ll have so many more, so I can let just this one slip away.

For surely there’s always tomorrow to make up for an oversight,
and we always get a second chance to make everything right.

There will always be another day to say our “I love you’s”,
And certainly there’s another chance to say our “Anything I can do’s?”

But just in case I might be wrong, and today is all I get, I’d like to say how much I love you and I hope we never forget,

Tomorrow is not promised to anyone, young or old alike, And today may be the last chance you get to hold your loved one tight..

So if you’re waiting for tomorrow, why not do it today?
For if tomorrow never comes, you’ll surely regret the day,

That you didn’t take that extra time for a smile, a hug, or a kiss and you were too busy to grant someone, what turned out to be their one last wish.

So hold your loved ones close today, whisper in their ear,

Tell them how much you love them and that you’ll always hold them dear, Take time to say “I’m sorry,” “please forgive me,” “thank you” or “it’s okay”.

And if tomorrow never comes, you’ll have no regrets about today.

Send this to all your friends…
So they can remember life is too short ….

« Previous PageNext Page »